Beranda/Artikel

Tasyakuran Gedung Baru MI Baitul Amar dan Sebuah Harapan Baru Menuju Kejayaan

Cover Tasyakuran Gedung Baru MI Baitul Amar dan Sebuah Harapan Baru Menuju Kejayaan

Jumat, 11 September 2026, Yayasan Pendidikan Baitul Amar Kepri menggelar Tasyakuran Gedung Baru MI Baitul Amar yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian acara tersebut dikemas dengan baik dan rapi dalam waktu yang relatif singkat, namun tetap padat dan khidmat. Meski terdapat dua momen penting yang dikemas dalam satu rangkaian acara, seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan lancar tanpa mengurangi makna dari masing-masing momen tersebut.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Dr. Deassy Arestya Sakhsita, M.Pd., selaku Kepala MI Baitul Amar, menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran sengaja diselenggarakan pada hari Jumat dengan harapan memperoleh keberkahan. Beliau juga berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan menjadi momentum penting sebagai langkah awal menuju kejayaan MI Baitul Amar.

Hadir dalam acara tasyakuran tersebut Raja Baharuddin, M.Pd.I. selaku Pengawas Madrasah Kemenag Kepri. yang ikut turut memberikan kata sambutan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Andi Hasanuddin, S.Ag., M.M., selaku Lurah Tanjung Sengkuang. Dalam sambutannya, beliau memberikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung baru MI Baitul Amar.

Beliau berharap seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat terus saling mendukung dan bersinergi demi kemajuan pendidikan di MI Baitul Amar.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan Edy Sihombing, S.Pd.I. untuk memberikan tausiyah.

Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan bahwa saat ini manusia berada pada zaman ketika adab dan akhlak terkadang dianggap sebagai penghalang untuk menuju kesuksesan.

“Adab itu di atas ilmu. Jika orang tua berharap memiliki anak yang berilmu dan beradab, maka silakan amanahkan untuk belajar di madrasah,” pesannya.

Dengan penuh semangat, beliau berpesan kepada seluruh orang tua, khususnya wali murid yang hadir, bahwa setinggi apa pun ilmu seseorang, apabila tidak disertai dengan adab, maka ilmu tersebut akan kehilangan maknanya. Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bukit Hasibuan, S.Sos.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan sejarah berdirinya MI Baitul Amar oleh Ketua Yayasan, Nurmanisma Hasibuan, M.Pd., sekaligus pemutaran video mengenai perjalanan panjang perjuangan para pejuang pendidikan di MI Baitul Amar.

Suasana haru menyelimuti ruangan ketika para tamu undangan menyaksikan tayangan tersebut. Sejumlah tamu terlihat meneteskan air mata saat melihat kembali perjalanan dan kondisi pendidikan pada masa awal perjuangan MI Baitul Amar.

Pada saat itu, masih terdapat anak-anak usia sekolah di lingkungan sekitar yang menghadapi keterbatasan dalam memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan.

Perjalanan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, terlebih Batam dikenal sebagai kota yang menjunjung semangat Bandar Madani.

Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan peluncuran Website MI Baitul Amar yang dipandu oleh Kamelia Hanashofi Asih, S.Ds.

Peluncuran website tersebut merupakan salah satu bentuk inovasi dan langkah awal bagi MI Baitul Amar untuk bertransformasi menuju madrasah berbasis digital.

Melalui website resmi, diharapkan MI Baitul Amar tidak hanya dikenal oleh masyarakat di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas. Website tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana informasi dan komunikasi mengenai berbagai program, kegiatan, prestasi, serta perkembangan MI Baitul Amar.

Pembangunan Gedung MI Baitul Amar merupakan bantuan yang diberikan oleh Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Agama melalui Project PHTC.

Dody Wardoyo, S.E., yang hadir mewakili Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, turut memberikan sambutan dan dukungan terhadap perkembangan MI Baitul Amar.

Beliau berharap MI Baitul Amar dapat segera berkembang menjadi madrasah berbasis digital dan menyampaikan komitmennya untuk turut mendukung upaya tersebut.

Dukungan yang penuh makna juga disampaikan oleh Alvi Syahri, A.Md., selaku perwakilan Kementerian PUPR. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan sebuah kalimat yang membuat suasana ruangan menjadi haru.

“Saya tidak mampu menyebut ini hanya Baitul Amar, tetapi saya bisa mengatakan ‘kita’. Karena sejak pertama kali menginjakkan kaki di Baitul Amar, saya sudah merasa bahwa Baitul Amar adalah bagian dari diri saya. Sehingga sampai saat ini pun saya tetap menyebutnya dengan bahasa ‘kita’,” ungkapnya.

Beliau kemudian melanjutkan dengan menceritakan perjuangannya dalam mempresentasikan proposal pengajuan dana pembangunan Gedung MI Baitul Amar kepada kementerian di tingkat pusat.

Pengajuan tersebut sempat beberapa kali mengalami penolakan. Namun, setelah melihat secara langsung kondisi MI Baitul Amar saat itu yang sangat membutuhkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, beliau tidak menyerah.

Dengan berbagai upaya dan perjuangan, proposal tersebut terus diperjuangkan hingga akhirnya memperoleh persetujuan. Pembangunan Gedung MI Baitul Amar pun dapat terlaksana dan diselesaikan hingga berdiri seperti yang dapat disaksikan saat ini.

Kisah perjuangan tersebut menjadi salah satu momen yang mengharukan dalam rangkaian acara sekaligus menunjukkan besarnya kepedulian dan dukungan berbagai pihak terhadap keberlangsungan pendidikan di MI Baitul Amar.

Selanjutnya, rangkaian acara ditutup dengan Pengguntingan Pita dan Pemotongan Tumpeng, kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Tasyakuran Gedung Baru MI Baitul Amar bukan hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas hadirnya fasilitas pendidikan yang lebih baik, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang, perjuangan, dan kebersamaan berbagai pihak yang telah mengantarkan MI Baitul Amar hingga pada tahap ini.

Gedung baru tersebut membawa sebuah harapan baru: menjadi langkah awal bagi MI Baitul Amar untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas pendidikan, serta melangkah menuju kejayaan.

7 views 3 likes 0 komentar

Komentar

Gunakan akun Google untuk berkomentar

Masuk dengan Google untuk mulai berkomentar.

← Kembali ke semua artikel Semarak Kemerdekaan HUT ke-81 Republik… →